Terasiring Desa Trenggulunan

 

 

          Trenggulunan-sideka.id.Keelokan dan kedewasaan terasiring di kawasan persawahan ledok Desa Trenggulunan,kecamatan Pancur,Membuat mata kita dimanjakan .Lekukan dan keaslian terasiring lahir berjuta-juta abad tahun yang tidak terhitung.Semakin lengkap mengisi  kepuasan hati tentang ciptaan yang Maha agung sungguh tiada bandingannya.

Aktifitas para petani yang tidak dibuat-buat,berjalan sesuai waktu yang mereka sudah menjadi rutinitas dan Kebiasaan,berjalan lancar sebagaimana mestinya.

           Ya….”terasiring ledok”kami menyebutnya,letak persawahan yang berada di dataran rendah ,dimana ketinggian menjadi Pemukiman dan tempat bersosilisasi warga.Dibawah kami,tersaji terasiring tersebut “maka kami sering menyebutnya terasiring sawah ledok atau ledo kan.

Berdampingan beberapa Petak sawah yang tumbuh segar dan sengaja di rawat seperti balita yaitu komoditas sayur segar,perlu aliran air yang berirama,serta sentuhan petani TULEN yang tahu akan perhatian dan tindakan apa yang diperlukan bagi tanaman yang menyehatkan ini,sehingga sampai siap dan sangat layak untuk di konsumsi tubuh kita.

gbr.sayur mayur tumbuh subur

Kami jajaran dan Kepala Desa sudah mulai bermimpi satu atau dua tahun lagi,kami akan selau berusaha mengembangkan komoditas ini,menjadi Paket wisata keluarga,selain dengan si Buah Naga ( yang kami berani tester bahwa buah naga di kami lebih manis,lebih memberi kesan di lidah dari pada buah naga di tempat lain)…karena kami masih menggunakan ‘ILMU TITEN’’bahwa buah atau hasil apa saja dari pegunungan selalu ‘’ lebih dari segi apapun”..

Seperti halnya desa –desa lain setiap tahunnya baik satu atau dua titik,Pemerintahan desa Trenggulunan akan berupaya untuk mengalokasikan DANA DESA untuk pengembangan paket wisata,dimana kami ingin menangkap minat wisatawan yang tidak melulu di kawasan pantai saja.Bumdesa menjadi motivasi kami untuk Pendapatan desa dan pengembangan kawasan wisata serta kesejahteraan Masyarakat pada Umumnya..

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan